Ketua STISIP: Gotong Royong Masuk Kurikulum Perkuliahan

Rangkasbitung-STISIP (26/9)-Minimnya nilai kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat dan termasuk lingkungan terdekat keseharian sesama masyarakat, dan juga termasuk kepedulian sosial dilingkungan kampus dan sesama civitas akademika membuat Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Dr. Suwaib Amiruddin, M.Si menggagas pentingnya kurikulum Gotong Royong perlu masuk kurikulum. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pimpinan (26/9) di ruangan rapat kampus STISIP Setia Budhi Rangkasbitung.

Lanjut Suwaib masuknya gotong royong dalam kurikulum perkuliahan sebagai bagian darai mata kuliah pendidikan karakter, maka sudah menjadi wajib bagi mahasiswa untuk dikontrak mata kuliahnya. “tegasnya”.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Tino Supriantino, S.Sos.,M.Si membenarkan bahwa dalam rangka menjabarkan kurikulum kegotong royongan tersebut, saya ditunjuk sebagai penanggungjawab kegiatan.

Lanjut Tino bahwa Kegiatan perkuliahan kegotong royongan akan dilaksanakan setiap hari Jumat. “ungkapnya”.Realisasi perkuliahan juga dilakukan melalui mekanisme kontrak selama 14 (empat belas) kali pertemuan  seperti dengan mata kuliah lainnya dan dijadikan prasyarat bagi mahasiswa yang akan mengontrak judul skripsi. “terangnya”.

Menurut kepala Sub Bagian Humas, Mahasiswa dan Alumni STISIP Setia Budhi Isro Rapiudin, S.Sos yang biasa di sapa bang Ucok bahwa pelaksanaan kegiatan akan dibuat mentor sebagai penanggungjawab setiap kelompok yang akan melakukan kegiatan gotong royong, mentor itu akan ditunjuk langsung ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Yudit Yunita, S.Sos., M.Si dan Ketua Program Studi Administrasi Negara Hj. Yunita, S.Sos., M.Si. “Jelasnya”. (IR-STISIP)

2 thoughts on “Ketua STISIP: Gotong Royong Masuk Kurikulum Perkuliahan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *